Definisi
Bayi tabung dalam bahasa kedokteran disebut dengan istilah “In Vitro Fertilization and Embryo Transfer” (IVF-ET). Menurut dr. Fathurin, bayi tabung merupakan teknik pembuahan (fertilisasi) antara sperma suami dan sel telur istri yang masing-masing diambil kemudian disatukan di luar kandungan ( in vitro ) – sebagai lawan “di dalam kandungan” ( in vivo ) -.
Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa inggris : in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair (Wikipedia).

Perkembangan Kasus
Teknologi reproduksi sekarang ini telah menembus berbagai metode canggih untuk menolong pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan. Gebrakan pertama terjadi saat metode bayi tabung pertama melahirkan Louise Brown asal Inggris pada 1978. Setelah itu, banyak teknik lain yang lebih mengagumkan berturut-turut ditemukan, termasuk metode penyuntikan satu sperma terhadap satu sel telur dengan bantuan semacam pipet untuk menyuntikkan sperma.
Menurut Sonny, metode penyuntikan ini disebut intra-crytoplasma. Belum diketahui apakah ketidakmampuan ayahnya untuk melakukan pembuahan secara alami, juga akan diturunkan kepada anaknya. Prof. Hilke Bertelsmann, pakar ilmu kesehatan dan sekaligus juga pakar biologi Jerman mengatakan bahwa pembuahan intra-cytoplasma lebih berisiko dibandingkan pembuahan dalam tabung atau in-vitro fertilisation. Risikonya adalah bayi mengalami cacat bawaan.

Karakteristik Kasus
Bayi tabung merupakan jalan bagi pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lama menikah namun tidak mendapatkan anak. Program bayi tabung ini dilakukan secara bertahap, mulai dengan pendaftaran diri oleh pasutri yang berminat mengikuti program ini. Pada tahap ini, peserta biasanya melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan oleh dokter spesialis dari tim IVF untuk menentukan waktu pelaksanaan program. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan awal terhadap pasutri yang meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium. Untuk suami, pemeriksaan fisik meliputi perkembangan seksual dengan ciri-ciri seks sekunder, pemeriksaan organ reproduksi lain, kemampuan ereksi, dan ejakulasi. (Fathurin, 2008)

Secara ringkas, hukum teknik Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan terhadap manusia dapat dilihat pada table berikut ini :
No Nama Teknik / Jenis Teknik Sperma Ovum Media Pembuahan Hukum Alasan/
Analogi hukum
1 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis I Suami Isteri Rahim Isteri Halal Tidak melibatkan orang lain
2 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis II Suami Isteri Rahim orang lain/ titipan/ sewaan Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
3 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis III Suami Orang lain/ donor/ bank ovum Rahim Isteri Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
4 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis IV Suami Orang lain/ donor/ bank ovum Rahim orang lain/ titipan /sewaan Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
5 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis V Orang lain/ donor/ bank sperma Isteri Rahim Isteri Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
6 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis VI Orang lain/ donor/ bank sperma Isteri Rahim orang lain/ titipan/ sewaan Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
7 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis VII Orang lain/ donor/ bank sperma Orang lain/ donor/ bank ovum Rahim isteri sebagai titipan / sewaan Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
8 Bayi Tabung (IVF-ET) Jenis VIII Suami Isteri Isteri yang lain (isteri ke dua, ketiga atau keempat) Haram Melibatkan orang lain dan dianggap membuat kesulitan dan mengada-ada
9 Inseminasi Buatan dengan sperma suami (Arificial Insemination by a Husband = AIH) Suami Isteri Rahim Isteri Halal Tidak melibatkan orang lain
10 Inseminasi Buatan dengan sperma donor (Arificial Insemination by a Donor = AID) Donor Isteri Rahim Isteri Haram Melibatkan orang lain dan dianalogikan dengan zina
Teknik bayi tabung dan inseminasi buatan yang dibenarkan menurut moral dan agama adalah teknik yang tidak melibatkan pihak ketiga serta perbuatan itu dilakukan karena tidak main-main atau percobaan. Seangkan yang melibatkan pihak ketiga hukumnya adalah haram.

Dampak Bagi Ibu dan Janin/Bayi
Penelitian pertama terhadap anak usia delapan tahun dari hasil pembuahan melalui metode in vitro fertilization menunjukkan bahwa mereka rata-rata memiliki tingkat intelegensi yang lebih baik daripada anak-anak hasil reproduksi normal.
Dampak positifnya adalah dapat menjadi solusi terbaik bagi pasangan yang kesulitan untuk memperoleh keturunan. Dampak negatifnya dilihat dari aspek agama, moral, etika, dan hukum, yang berpendapat bahwa jika sperma atau sel telur yang digunakan tidak berasal dari pasangan resmi, maka proses pembuatan bayi tabung tersebut tidak sah, memiliki risiko cacat bawaan lebih besar dibanding bayi normal. Diduga proses injeksi sperma dan adanya unsur kimia pembantu, menyebabkan meningkatnya risiko kecacatan. (Lucius, 2008)
Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang kehamilan bagi pasangan suami dan isteri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas biasa, namun tidak pernah membuahkan hasil. Sedangkan kelemahan dari program ini adalah tingkat keberhasilannya yang belum mencapai 100 persen.

Penyebab
Teknik bayi tabung diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang mengalami masalah infertilitas. Pasien bayi tabung umumnya wanita yang menderita kelainan sebagai berikut :
• Kerusakan pada saluran telurnya (35%)
• Lendir rahim istri yang tidak normal
• Adanya gangguan kekebalan dimana terdapat zat anti terhadap sperma di tubuh istri
• Tidak hamil setelah dilakukan bedah saluran telur atau setelah pengobatan endometriosis
• Sindroma LUF ( Luteinized Unruptured Follicle ) atau tidak pecahnya gelembung cairan yang berisi sel telur
• Problem sperma suami akibat mengkonsumsi rokok yang terlalu berlebihan pada pria yang dapat menurunkan kualitas sperma
• Cairan mani suami yang tidak mengandung sperma
• Kelainan mutu sperma kurang baik seperti oligospermia atau jumlah sperma yang sangat sedikit sehingga secara alamiah sulit terjadi pembuahan
• Masalah antibody
Setelah sperma dan sel telur dicampur di dalam tabung di luar rahim (in vitro) kemudian hasil campuran yang berupa zigot atau embrio yang dinyatakan baik dan sehat itu ditransplantasikan ke rahim istri atau rahim orang lain. Secara medis, zigot itu dapat dipindahkan ke rahim orang lain. Hal ini disebabkan karena rahim istri mengalami gangguan antara lain :
• Kelainan bawaan rahim (syndrome rokytansky)
• Infeksi alat kandungan
• Tumor rahim
• Sebab operasi atau pengangkatan rahim yang pernah dijalani

Pengobatan
• Tindakan pembedahan /operasi Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Suatu penelitian dengan pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 % penderita berupa peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 % pada kelompok yang tidak dioperasi.
• Memberikan suplemen vitamin. Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20 % penderita. Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam obat, yang dari pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma. Usaha menemukan penyebab di tingkat kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya menjadi titik harapan di masa datang.
• Tindakan operasi pada penyumbatan di saluran sperma. Bila sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya. Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi sperma di buah zakar.
• Menghentikan obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma.
• Menjalani teknik reproduksi bantuan. Termasuk dalam hal ini adalah inseminasi intra uterin dan program bayi tabung. Tindakan inseminasi dilakukan apabila ada masalah jumlah sperma yang sangat sedikit atau akibat masalah antobodi di mulut rahim. Pria dengan jumlah sperma hanya 5-10 juta/cc (dari normal 20 juta) dapat mencoba inseminasi buatan. Sedangkan bayi tabung umumnya membutuhkan sperma 500.000 dengan angka kehamilan 30-35 persen, bahkan jumlah sperma hanya beberapa buah dapat dilakukan dengan teknologi terbaru dengan menyuntikkan langsung sel sperma ke dalam sel telur yang dikenal sebagai ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection).

2.7. Upaya Pencegahan
Pencegahan dan cara mengatasi infertilitas pada pria :
• Mengobati infeksi di organ reproduksi. Ada berbagai jenis infeksi diketahui menyebabkan infertilitas seperti infeksi prostat, testis / buah zakar, maupun saluran sperma.
• Menghindari rokok. Rokok mengandung zat-zat yang dapat meracuni pertumbuhan, jumlah dan kualitas sperma.
• Menghindari Alkohol dan zat adiktif. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. Ganja /mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma.
• Hindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma, sepreti obat darah tinggi, dll
Pencegahan infertilitas pada wanita :
• Menjaga pola makan dan banyak makan makanan yang mengandung vitamin E seperti taoge
• Hindari stress karena faktor psikologi berpengaruh pada tubuh

Comments are closed.